Beranda > Internet > 9 Mitos Keamanan Online yang Harus Ditepis

9 Mitos Keamanan Online yang Harus Ditepis


Apakah Anda merasa yakin bahwa diri Anda jauh dari jangkauan hacker? Eits, bisa jadi anggapan Anda itu salah lho… Berikut sejumlah mitos yang sering menghinggapi user dan harus ditepis jauh-jauh karena kejahatan online bisa menimpa siapa saja.

1. Selama punya software antivirus, maka saya aman seutuhnya
Ingat, virus bukanlah satu-satunya ancaman yang mengintai. Ibaratnya selalu mengunci pintu depan, namun membiarkan jendela Anda terbuka. Software antivirus tak bisa mencegah hacker ataupun menghentikan spyware serta penipuan online lainnya.

2. Tidak ada yang tertarik dengan saya

Jangan pernah berpikir bahwa Anda akan aman dari serangan hacker karena tak ada yang tertarik dengan Anda. Hacker dan para kriminil bekerja sama untuk mencuri identitas Anda. Mereka memakai tools otomatis untuk menemukan korban yang potensial. Memindai puluhan dari ratusan komputer secara random dalam waktu sejam dari internet adalah hal yang mereka lakukan.

3. Saya sudah punya backup-an
Memiliki backup bukan berarti Anda terlindung dari bahaya yang mengancam. Kecuali Anda memiliki backup-an di komputer sebelum serangan virus terjadi, maka langkah Anda itu akan sia-sia dan berakhir dengan me-restore data ke dalam komputer yang terinfeksi.

4. Virus hanya datang dari email
Hei, ingat bahwa virus tak hanya datang dari email. Ia bisa datang mengunjungi komputer Anda via website, disk, atau removable media, hingga penginstalan program yang terinfeksi.

5. Jika saya kehilangan uang, bank atau perusahaan kartu kredit akan mengurusnya
Jika Anda bisa membuktikan bahwa Anda tidak bertanggung jawab terhadap transaksi yang tidak Anda lakukan akibat pencurian informasi, maka perusahaan bisa saja bersedia mengganti kerugian Anda. Akan tetapi, tidak ada kompensasi untuk waktu dan stres yang Anda alami guna mengurusnya. Hindari pencurian identitas yang bisa mengintai siapa saja!

6. Polisi internet akan melindungi saya
Tidak ada yang namanya polisi internet. Internet tidak memiliki batas dan kriminil online bisa memakai teknologi untuk ‘bersembunyi’.

7. Melakukan pengamanan hanya buang-buang waktu
Ingat, seberapapun waktu yang Anda habiskan untuk mempelajari kasus-kasus pencurian identitas, penipuan online, serta bagaimana cara membersihkan komputer yang terinfeksi virus, akan setimpal dengan hasilnya.

8. ISP melindungi saya dari ancaman online
Beberapa penyedia layanan internet atau Internet Service Provider (ISP) menyediakan tameng-tameng pengaman seperti pemindai email dari virus atau firewall. Namun Anda harus mengetahui apa sebenarnya yang mereka lakukan dan yang lebih penting, apa yang tidak mereka lakukan. Sejumlah ISP bahkan tidak melakukan apa-apa untuk melindungi Anda dari bahaya internet. Berpendapat bahwa ISP Anda akan melindungi Anda, adalah kesalahan besar.

9. Saya kan pakai Mac atau Linux, jadi saya aman-aman saja
Memang benar bahwa sistem operasi yang berbasis Mac dan Linux berpotensi rendah terkena serangan daripada PC berbasis Windows. Meski begitu, Anda tidak sepenuhnya aman. Apple misalnya, mereka juga mengeluarkan update-an keamanan seperti halnya Microsoft. Ditambah lagi, banyak penipu online yang bekerja tanpa pandang bulu terhadap mesin apa yang Anda pakai.

Recent Posts :

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: