Beranda > Renungan > Your Life,… Your Choice

Your Life,… Your Choice


Your Life…Your Choice. Hidup adalah suatu pilihan. Apakah pilihan hidup kita hanya untuk nyari uang, makan terus, bersenang-senang terus tanpa memperdulikan ibadah. Ataukah pilihan hidup kita hanya untuk ibadah, nyari makan hanya sekedarnya untuk mempertahankan hidup tapi yang utama adalah ibadah. Ataukah pilihan hidup kita gabungan antara menikmati dunia dan ibadah, So, itu semua adalah pilihan kita dalam menjalani hidup.

Perhatikan ilustrasi berikut mengenai filosofi Jagung dan Berlian:

Kasus-1, Jika Saya punya sekantong plastik jagung kemudian saya sisipkan satu butir

berlian seberat 10 gram (seharga sekitar 1 Milliar). Kemudian isi kantong

plastik tersebut ditaburkan ke sekeliling ayam.

Pertanyaannya: Ayam akan memilih ngambil Jagung atau Berlian?

Kasus-2, Jika anda harus memilih mengambil isi kantong plastik tersebut.

Pertanyaannya: Anda akan memilih ngambil Jagung atau Berlian?

Alhamdulillah jazakumullohu khoiro, anda telah telah menjawab walaupun hanya dalam hati.

Jika anda memilih mengambil Jagung maka anda mirip dengan Ayam karena ayam pasti

akan mengambil Jagung. Tapi jika hal itu divisualisasikan dengan kehidupan

manusia ternyata banyak manusia yang memilih mengambil Jagung daripada Berlian.

Maaf, termasuk Anda yang sedang memilih ngambil Jagung.

Jagung digambarkan sebagai kehidupan dunia dan Berlian digambarkan sebagai

kehidupan akhirat. Manusia yang hidupnya hanya ngurusi dunia thok seperti halnya

Ayam, Tapi jika Anda bukan ayam maka anda akan memilih ngambil Berlian. Bahkan

Nanti di akhirat, Allah tidak hanya memberi berlian 10 gram tapi dalam hadist di

ceritakan: “Inna fil jannah lakhoimatan min durrotin mujawwafah” ~ “Sesungguhnya di dalam sorga akan diberi rumah/kemah yang terbuat dari Berlian yang diukir”

Bayangin aja, rumah di sorga dari berlian yang diukir, kalau diukur dengan nilai

rupiah dunia berapa trilliun harganya. Bandingannya di dunia Berlian 10 gram

saja seharga 1 Milliar. Kalau kita mau atau ingin ngambil Berlian, tetapi kenapa kelakuannya seperti Ayam? Karena masih terus melirik jagung bahkan sampai rebutan jagung, dan tidak

terpikir sedikitpun untuk mengambil Berlian.

Marilah kita coba untuk mengenali Berlian atau kehidupan akherat, Mencoba untuk mendapatkan Berlian, bila perlu mengejar Berlian. Marilah kita sama2 Mengejar kehidupan yang kekal abadi di akhirat, karena hidup dunia sementara dan akan kita tinggalkan sama2. Orang yang rugi adalah orang yang merasa pilihan hidup didunianya benar tapi di akhiratnya masuk neraka, itu yang kita hindari.

Beda antara orang yang ngambil jagung dengan yang ngambil berlian. Orang yang ngambil jagung, Alloh menggambarkan orang tersebut seperti halnya binatang atau ayam bahkan lebih rendah dari binatang. Karena binatang punya hati tapi tidak pernah dipakai untuk ingat pada Alloh, punya mata tapi tidak dipakai untuk melihat ayat-ayat Alloh, punya telinga tapi tidak pernah dipakai untuk mendengar ayat-ayat Alloh. Bagaimana dengan manusia?. Ini dia fiman Alloh didalam Al-Quran:

Manusia punya hati, tetapi tidak faham: “Lahum quluubun laa yafqohuuna bihaa.”

Manusia punya mata, tetapi buta: “Walahum a’yunun laa yubshiruuna bihaa.”

Manusia punya telinga, tetapi tuli: ”Walahum aadzaanun laa yasma’uuna bihaa.”

“Ulaa-ika kal an’aaaaaam, bal hum adlol”. Manusia yang demikian itu bagaikan binatang, bahkan lebih sesat, leuwih atah-adol, daripada binatang. Bangkawarah.

Nah, mending mana? Mending jadi manusia, atawa mending jadi Ayam?

Iklan
Kategori:Renungan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: