Beranda > Motivasi > Mesemo, Tersenyumlah, Smile,… :)

Mesemo, Tersenyumlah, Smile,… :)


Yen ora pati cetho, mesemo
Yen ora biso kondo, mesemo
Yen atimu rodo gelo, mesemo
Ngiras kanggo tombo
Mesemo..mesemo..mesemo..

Gandangan atau syairan tersebut memang terkesan cukup sederhana, namun bagi saya maknanya sudah cukup Dahsyat dalam membangun sebuah positif feeling (Husnudhon Billah) dalam menghadapi setiap hal dalam kehidupan.

Di dalam ilmu NLP (Neuro Linguistic Programming), ada yang disebut “Reframing”.

Reframing adalah tools untuk melihat segala sesuatu dari sudut yang berbeda. Ada reframing konteks ada juga reframing konten.

Reframing konteks, melihat sesuatu dari konteks yang lain agar lebih memberdayakan dan lebih ekologis.

Reframing konten, melihat sesuatu dari arti yang berbeda agar lebih memberdayakan dan lebih ekologis.

Intinya adalah adanya usaha mendaur ulang makna-makna negatif agar lebih berdaya positif dan menjadi rasa Syukur !

Ketika mendapatkan hal yang tidak jelas (ora pati cetho), kita pun tetap berusaha tersenyum. Ketika hati ini kecewa, kitapun tetap berusaha untuk tersenyum..tersenyum dan tersenyum…(kasihan yah orang yang gak pernah tersenyum ? kayak “sumanto” loh, hii seremm..hehehe)

Contoh ungkapan reframing yang lain adalah sebagai berikut:

” BERSYUKUR untuk suami”
Yang sering pulang malam,
Karena baru pulang musyawarah/pertemuan organisasi, amal sholeh fisabilillah Dan artinya TIDAK keluyuran dalam pelanggaran (Jablay neh yeee..hehehe)

“BERSYUKUR untuk anakku”
Yang selalu PROTES dirumah
Karena artinya … dia sedang dirumah
dan TIDAK sedang keluyuran di jalanan.

“BERSYUKUR untuk rumah yang berantakan… ”
Karena artinya saya masih punya kesempatan melayani orang-orang yang mengasihi saya ?

“BERSYUKUR untuk dapat tempat parkir yang paling jauh ?”
Karena artinya saya masih bisa berjalan kaki ..
dan diberkahi dengan memiliki kendaraan yang saya bisa bawa ?

Reframing yang cukup populer di kalangan kita adalah gandangan:

Kembang turi lak melok-melok
Sego wadang sisane sore
Gak peduli wong alok-alok
Sandang pangan lak golek dewe.

Dulu saking beratnya cobaan yang dirasakan, dimana-mana digegeri, diusir, diolok-olok, ternyata ulama kita cukup sukses dengan melakukan reframing kondisi dengan memberikan gandangan atau syairan yang bisa lebih menentramkan bagi para muridnya yang sedang dirundung cobaan yang berat.

Contoh lagi adalah:
Seribu rintangan, sejuta pertolongan, semilyar kemenangan, surga pasti !

Jadi, kondisi apapun, kita coba untuk olah, daur ulang kembali, untuk lebih berdaya positif, bahagia dan menentramkan.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.(QS. Ibrahim:7)

Recent Posts :

Iklan
Kategori:Motivasi
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: