Beranda > Agama > Dekati Ikhlas, Jauhi Riya

Dekati Ikhlas, Jauhi Riya


ikhlas insideAlloh SWT selalu mengingatkan tentang apa saja yang akan kita lalui dalam kehidupan ini misalnya kematian, sakaratol maut, alam kubur, sampai alam akhirat. Bahkan detil pertanyaan yang akan diajukan ke setiap manusia pun dijelaskan, misalnya man robbuka?, Man nabiyyuka?, dll. Semua sudah diingatkan seperti tercantum dalam QS Al-Baqoroh 28, “Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?. Atau dalam ayat lainnya,“Takutlah kamu, pada suatu hari dimana kamu kembali kepada Alloh. Tidak ada yang mampu menyelamatkan..”.

Sebagai langkah persiapan saat kita masih hidup di dunia, dalam beramal hendaknya ikhlas melakukan perbuatan baik dan menjauhkan maksiat, tidak memiliki harapan atau motivasi selain menggapai keridhoan Alloh SWT. Terkait dengan pentingnya Ikhlas, dalam kitab-kitab hadits bab Ikhlas selalu menjadi bab pertama, hikmahnya agar menjadi peringatan kepada orang-orang yang suka lupa.

Nabi saw bersabda,”Yang aku takutkan adalah syirik ashghor. Apa itu syirik ashghor? Yaitu riya, melakukan amal sholeh tetapi ada motivasi lain supaya dilihat orang”. Alloh SWT akan berkata kepada orang-orang yang riya di akhirat kelak, “Pergilah kepada orang-orang yang dahulu kamu beribadah karena ingin dilihat olehnya”.

Perumpamaan orang yang taat tetapi riya, seperti pergi ke pasar membawa tas yang besar tetapi isinya pasir. Orang lain mengira isinya uang, dan mengatakan alangkah banyaknya uang itu. Padahal sesungguhnya pasir itu tidaklah bermanfaat, kecuali hanya asumsi / perumpamaan manusia belaka.

Berkata salah seorang ulama, “Barang siapa yang melakukan tujuh hal namun tidak disertai tujuh hal lainnya, maka amalnya tidak akan ada artinya”. Ketujuh hal tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Orang yang berkata aku takut siksa Alloh, tapi dia tidak takut meninggalkan dosa/maksiat
  2. Orang yang berkata aku berharap pahala Alloh, tapi tidak melakukan kebaikan amal sholeh
  3. Orang yang punya niat, namun tidak mengamalkan
  4. Orang yang berdoa, tapi tidak pernah berusaha.
  5. Orang yang beristigfar, tapi tidak disertai dengan rasa penyesalan untuk tidak mengulangi dosa.
  6. Orang yang kalau bicara baik dan menyenangkan, tetapi hatinya lain.
  7. Orang yang bekerja keras, tapi tanpa keikhlasan. Maka kerjanya sia-sia dan tidak ada manfaatnya

(www.nasehatislam.com)

Iklan
Kategori:Agama Tag:,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: